Server nanggung, begitulah saya menyebut server yang saya punya ini.( sudah berjalan hampir 2 tahun). Server dipake untuk jualan di konter sendiri, di Pondok Kelapa 3 tempat, di Jati Asih-Bekasi 1 tempat.
Yang jadi RS 100an tapi yg aktif sekitar 30an menyebar di Pondok Kelapa - Bintara - Jati Bening, ada 1 RS yg di Yogya.
Stok chip sendiri, masing2 1 chip, kecuali XL & Esia= 2 chip, H2H dipakai kalo stok sendiri menipis/ menunggu stok masuk atau karena ngga di kasih stok sama sales.
Transaksi total sekitar 300-400 an/ hari dengan mengambil laba Rp.150-500/trx, untuk konter sendiri 150-200trx. sisanya RS.
Akhir2 ini transaksi agak naik sedikit jadi 400-500trx/hari, setelah saya amati dan ada inputan dari konter , banyak yang pindah dari server "besar" karena mereka tutup/ harga mereka naik (contoh XL dan TSEL 5/10= 5600/10600), sedangkan server saya masih bertahan 5350/10450.
Karena ada tambahan transaksi itulah sales tambah curiga

(walaupun dari dulu juga pasti curiga) yang menjadikan stok untuk saya tersendat. Dalam hati juga ada perasaan ngga enak sama sales, karena ternyata mereka jual barang-nya ke server yang mungkin dilarang oleh bos2 mereka :-) karena transaksi saya memang ngga pake HLR-HLR-an.. asal masih bisa SUKSES ya biarin saja
Dulu memang ordernya rata2 200-300pcs/minggu untuk masing2 chip, sekarang 50-70pcs/hari untuk hari senin-sabtu.
Server ini berkembangnya memang lambat, cuma dari usaha begini bisa masuk tambahan 2jt-2,7jt/ bulan, ngga ada biaya karyawan untuk server, full saya kerjakan sendiri.
Karena ribut2 masalah Cluster ini saya juga mumed, padahal saya ini kalo belanja ke sales dapetnya ngga pernah murah, misal Mkios= 5100/10100/20000 XL= 5200/10100/ 1% M-Tronik pun saya dapet harga 5300/10300/24850/49100/98100 dapet harga segitu pun saya ngga protes, tetap saya bayar sesuai orderan saya...
begitulah cerita saya